Laporan Akhir KKN di Keles Tahun 2010

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan Rahmat, Hidatah dan Inayahnya kepada kita sehingga kita dapat menyusun laporan akhir kolektif Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai akhir realisasi program kegiatan sekaligus evaluasi akhir dari pengabdian kami di masyarakat.

Sholawat dan salam semoga abadi mengalir deras kepada sang pembawa kedamaian Muhammad SAW. Yang telah setia menuntun kita dari jalan yang penuh dengan kedholiman menuju jalan yang diridhoi-Nya yakni الدين عند الله الإسلام

Laporan akhir kolektif merupakan laporan dari serangkaian kegiatan yang telah diprogramkan oleh peserta KKN Posko I Dusun Mandala Desa Keles Kec. Ambunten Kab. Sumenep, kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan yang dimulai pada tanggal 05 Juli s/d 05 Agustus 2010, yang mana kegiatan ini diawali dengan kegiatan Survey/Observasi selama kurang lebih tiga hari dan dilanjutkan dengan penyusunan program pada tanggal 08 s/d 10 Juli 2010.

Dengan waktu yang relatif singkat ini, kami (peserta KKN Posko I Dusun Mandala Desa Keles Kec. Ambunten). Telah berusaha semaksimal mungkin mendayagunakan potensi yang kami miliki dengan baik, baik dari segi pikiran maupun tenaga demi terciptanya tujuan yang telah kami tetapkan bersama. Dari sekian program yang telah ditetapkan, kami yakin tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya partisipasi, motivasi serta bimbingan dari semua pihak baik berupa fisik maupun non fisik, maka dari itu terimakasih kami ucapkan kepada:

  1. Bapak Drs. KH. A. MUTAM MUCHTAR Selaku Ketua STIKA Guluk-Guluk.
  2. Bapak H. HELMI HARTONO, M.PdI. Selaku Ketua STAI ASWAJ Ambunten
  3. Bapak Drs. MASYHURI DRAJAT, Selaku pemateri pembekalan sekaligus panitia KKN STIKA Guluk-Guluk 2010. Kampus STAI ASWAJ Ambunten.
  4. Bapak BAMBANG SUTIKTO, SH., M.Pd. Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
  5. Bapak  MOH. ARIF Sebagai Kepala Desa Keles Ambunten
  6. Bapak MOH. SHALEH. yang telah memberikan fasilitas yang berupa tempat  penginapan dan sumbang saran selama pelaksanaan KKN.
  7. Semua masyarakat masyarakat Desa Keles yang telah berpartisipasi demi suksesnya program kegiatan yang telah kami rencanakan.
  8. Adik-adik, Siswa-siswi, TPA Nurul Iman, TPA Al-Istikmal, MI Nurul Iman, MI Al-Furqan, MTs Al-furqan, MA. Al-Furqan.
  9. Semua pihak yang telah membantu baik secara fisik maupun non fisik.

Akhirnya dari kami.

Ihdinassirotolmustaqim.

Keles, 05 Agustus 2010

Kordinator desa

 

 

M A H F U D

BAB I
PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI UMUM
Desa keles merupakan dari Kecamatan Ambunten yang memiliki empat dusun yaitu Dusun Mandala, Dusun Mandaraga, Dusun Keles Timur, dan Dusun Keles Barat. Adapun luas Desa keles adalah 356,215 M2 dan jumlah penduduknya mencapai 1850 (2010) meliputi dusun Mandala 708 jiwa, Mandaraga 417 jiwa, Keles timur 475 jiwa dan Keles barat 228 jiwa. Maka jumlah Keseluruhannya mencapai 1828 jiwa (2009).
Desa keles dipimpin oleh seorang kepala desa yang bernama Mohammad Arif, dimana kepemimpinan beliau sangat baik menurut masyarakat yang ada didesa keles. Dikarenakan Mohammad Arif orangnya sederhana dan tidak pandang bulu dalam mengaplikasikan kepemimpinannya, bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah disalurkan dengan baik kepada masyarakat-masyarakat yang berhak terhadap bantuan tersebut. Sehingga Mohammad Arif sudah dua periode menjabati sebagai kepala desa keles.
Desa keles memiliki pegunungan dan bukit yang sangat luas. Lingkungan desa keles masih hijau dan asri dengan jaman yang yang masih belum baik. Mayoritas penduduk keles bermatacaharian tani dan sebagian kecil penduduk keles tidak bertani yang mendominasi dalam hal tumbuh-tumbuhan adalah pohon kelapa karena setiap ruas jalan yang ada dikeles pasti ada pohon kelapa.
Air didesa ini sangat melimpah. Mayoritas air yang dipakai masyarakat berasal dari sumber tanto yang sangat jernih. Desa keles memiliki balai yang sangat baik dan indah tetapi ada pemandangan yang kurang baik dan indah dikarenaka balai tersedia tidak ada namanya. Kalau berbicara masalah keagamaan desa keles baik karena mayoritas masyarakat keles termasuk alumni pondok pesantren, terutama pondok pesantren An-Nuqayah Guluk-guluk. Masyarakat setiap waktu sering berjemaah kemasjid, musholla dan tempat ibadah lainnya yang ada didesa keles. Pendidikan yang ada didesa keles terutama pendidikan dasar yaitu dikuasai oleh lembaga-lembaga swasta, masyarakat lebih cendrung masuk ke lembaga swasta daripada sekolah Negeri. Mata pelajaran yang ada dilembaga-lembaga swastamerekrup pendidikan agama dan umum lain halnya pendidikan Negeri yaitu hanya memprioritaskan kepada pendidikan umum dari pendidikan agama.
Lingkungan desa keles masih terasa asri, dikarenakan setiap ruas jaman selalu dipenuhi oleh pohon-pohon kelapa. Didesa ini juga banyak ditemukan kandang sapi yang terletak disekitar rumah warga karena sebagian besar beternak sapi, disamping ada yang beternak lain.
Generasi muda cukup banyak, sebagian besar dari anak muda tersebut sadar akan pentingnya ilmu agama dikarenakan generasi muda itu rajin mengaji baik ke musholla maupun kemasjid-masjid. Kalau kita liat fenomina tersebut kami dapat menggaris bawai bahwa masyarakat keles sudah mengetahui akan pentingnya ilmu agama. Namun ada sebagian besar yang sudah sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan ternyata masih ada sebagian kecil yang tidak melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dari sekolah dasar. Dikarenakan sebagian kecil masyarakat masih kurang paham akan pentingnya ilmu pengetahuan. Sehingga sebagian kecil dari masyarakat tersebut lebih memilih mencari uang daripada sekolah. Tetapi meskipun sebagian kecil masyarakat tidak sekolah mereka tetap memiliki pekerjaan sehingga menekan terhadap meningkatnya prosentase pengangguran yang ada didesa keles.
B. PERMASALAHAN UMUM
Kalau berbicara masalah agama desa keles masyarakatnya sebagian besar sudah faham akan pentingnya ilmu agama. Dikarenakan sebagian besar masyarakat keles termasuk alumni terutama pondok pesantren An-Nuqayah Guluk-guluk. Masjid dan musholla banyak pemuda yang mengaji bahkan ada yang tidur ditempat mereka mengaji, mereka datang sebelum magrib dan pulang setelah sholat subuh. Permasalahan yang atau yang kami temukan kebanyakan santri kurang memahami tatacara wudhu’, tatacara sholat yang baik dan membaca Al-Qur’an kurang efektif disebabkan karena masih banyak santri yang bhelum paham terhadap ilmu tajwid.
Didesa keles terdapat masjid yang tidak memiliki struktur kepengurusan sehingga masjid tersebut tidak terawat seperti halaman masjid kotor, tidak memiliki tabir sehingga apabila sudah berlangsung sholat berjemaah maka sholat berjemaahnya tidak akan khusyuk karena tempat sholat laki-laki dan perempuan tidak ada pemisah (tabir).
Masyarakat keles mayoritas bekerja sebagai petani dengan adanya pekerjaan tersebut masyarakat keles hanya terfokus terhadap terhadap pekerjaannya yaitu sebagai petani sehingga masyarakat keles cukup minim dalam hal keterampilan membuat kue. Masyarakat keles pada umumnya mereka beternak sapi dengan banyaknya pertenakan sapi didesa yang ditunjang pengetahuan yang relatif dingin tentang pembuatan pupuk bokasi diduga sebagai pupuk yang paling baik ketimbang pupuk urea. Para petani didesa keles kebanyakan sangat bergantung pada pupuk kimia atau pabrikan sehingga mereka tidak mengetahui terhadap bahaya yang terkandung didalamnya.
Desa keles ermasuk desa yang asri tetapi masih ada lingkungan yang masih kotor ini disebabkan mayoritas masyarakat keles pergi kesawah pada pagi hari dan pulang sore hari menjadi salah satu penyebab terabaikannya salah satu lingkungan. Masyarakat keles kalau dalam hal persalinan mereka lebih suka pergi kedukun darpada ke Dokter karena disebabkan karena masyarakat keles kurang menyadari bahwa persalinan melalui bidan sangat baik bagi kesehatan dan pertumbuhan anak dan masalah biaya kalau kedukun biayanya lebih mudah daripada bersalin ke Dokter.
Desa memiliki balai desa yang terletrak didesa dusun mandaraga, bangunanya sangat baik tetapi sayangnya balai tersebut belum memiliki papan nama. Balai desa tersebut rencananya oleh aparat desa akan dibuatkan papan nama akan tetapi rencananya tersebut tidak terlaksana.
Dari uraian diatas Mahasiswa KKN STAI ASWAj yang bermukim didesa keles dusun mandala akan mengadakan program yang berklaitan dengan masalah yang ada didesa tersebut yaitu :
1. Praktek tatacara wudhu’ dan sholat
2. Pelatihan dan praktek pembuatan pupuk bokasi / Organik
3. Keterampilan membuat kue, martabak dan kacang mandi coklat
4. Membuat struktur kepengurusan
5. Membuat tabir pemisah
6. Kerja bhakti
7. Memberikan bimbingan dan penyuluhan mengetahui persalinan dan kesehatan anak
8. Pengapuran
9. Membuat saluran air comberan
10. Melengkapi sarana balai desa

IDETIFIKASI MASALAH
Dari masalah umum yang disebutkan diatas, dapat kami identifikasikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat Dusun Mandala Desa Keles Kec. Ambunten antara lain :
Program kerja KKN
Dari sekian banyak permasalahan yang kami temui didalam pelaksanaan survey atau observasi desa selama kurang lebih (3) hari, yang dimulai pada tanggal 05-08 Juli di Desa keles Kec. Ambunten, maka sebagai emplemintasi dari maslah tersebut kami mencoba menyusun beberapa program kerja sebagai solusi arternatif dalam menciptakan masyarakat menjadi masyarakat yang berswasembada. Adapun program kerja yang telah kami susun pada tanggal, 08-10 Juli adalah sebagai berikut:
Realisasi Program Kerja
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari kegiatan yang dilaksanakan selama KKN dapat kami sampaikan bahwa pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) Posko I yang berlokasi didusun mandala desa Keles Kecamatan Ambunten Sumenep dapat terlaksana kendati masih mendapat hambatan-hambatan sebagai berikut:
A. Terbatasnya kemampuan intern peserta KKN Posko I.
B. Terbatasnya dana yang ada
C. Kondisi masyarakat Dusun Mandala bertepatan pada musim…..
D. Sumber daya masyarakat Dusun Mandala pada umumnya minim, khususnya di bidang pendidikan umum.
B. SARAN-SARAN
1. Pihak STAI ASWAJ Ambunten
diharapkan untuk pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) yang akan datang perlu kiranya diperhatikan:
1. persiapkan materi pembekalan lebih difokuskan pada bidang n\keilmuan yang berkaitan dengan social kemasayarakatan
2. perlu adanya pembekalan yang berupa konsep yang jelas sehingga dalam melaksanakan program kerja dan penyusunan laporan tidak mengalami kesulitan
3. Dosen pembimbing lapangan (DPL)diharap untuk meningkatkan komunikasi dengan peserta KKN berkaitan dengan konsep dan praktek KKN sehingga apabila peserta KKN mendapatkan masalah dilapangan dapat teratasi
4. masyarakat Dusun Mandala desa keles kec. Ambunten
5. Peserta KKN STIK Annuqayah Guluk-guluk kampus STAI ASWAJ Ambunten Posko I berharap kepada masyarakat Dusun Mandala untuk tetap mengamalkan dan mengembangkan segala sesuatu yang telah kami berikan, khususnya hal-hal yang bernilai positif.
6. Rekan-rekan mahasiswa
7. Kami berharap kepada rekan-rekan mahasiswa untuk tetap mengembangkan dan meneruskan pengabdiannya kepada masyarakat
8. Jadikanlah pelaksanaan KKN sebagai pelaksanaan Emas untuk menggali potensi diri sebagai abdi masyarakat dan menjadi insane kamil yang diharapkan oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kisah Nyata

Kumpulan kisah nyata, Paling seru, paling panas dan paling besar

Akidah Menurut Ajaran Nabi

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Almalakawi's Blog

من يرد الله به خيرا يفقهه فى الدين Barang siapa yang Allah kehendaki kebajikan nescaya Allah beri faham tentang agama

Hikmatun

Santapan rohani menuju negeri abadi

Educrazy's Blog Title

Tutorial WordPress dan Gudangnya Pengetahuan

Kisah Muallaf

Mengapa Kami Memilih Islam

TUNTUNAN SHOLAT LENGKAP

TUNTUNAN SHALAT Berdasarkan As-Sunnah As-Shohihah

%d blogger menyukai ini: