deskripsi stady kasus

BAB I
Pendahuluan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling kompleks diantara makhluk-makhluk Tuhan yang lainnya. Manusia dilengkapi oleh akal untuk berfikir dan hawa nafsu untuk berkehendak. Secara individual manususia adalah mahluk tuhan yang sangat unik karena antara yang satu dengan yang lainnya tidak sama baik dari segi bentuk maupun pemikirannya. Disamping itu manusia juga sebagai makhluk sosial yang tidak akan bisa terlepas dari pengaruh luar atau lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, dan masyrakat. Maka dari itu kehidupan seseorang tidak akan bisa lepas dari problem-problem, apalagi siswa atau murid yang masih dalam proses pencarian jati diri mereka. Maka dari itu dengan studi kasus ini kami mencoba untuk mencari solusi dari seorang anak didik yang terlihat memiliki problem yang harus diselesaikan dalam kehidupannya sekaligus untuk memenuhi tugas yang disertakan dalam laporan akhir PPL (Praktik Pengalaman Lapangan).
A. Dasar pemikiran
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwasanya setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitroh (memili naluri atau potensi baik) maka tergantung orang tua atau pendidik untuk menentukan arah masa depan anak didik atau siswa sehingga kelak mereka biasa menghadapi dan menyelesaikan problema yang mereka hadapi secara khusus dan problema di lingkungan masyarakatnya secara umum. Menurut aliran yang menganut teori Empirisme bahwa perkembangan hidup seseorang menuju kedewasaan terutama dalam segi psikologis sangat dipengaruhi oleh lingkungan atau factor eksternal yang kemudian diistilahkan dengan optimesme paedagogos.
B. Tujuan studi kasus
Adapun tujuan kami menyusun studi kasus ini, adalah
a. Mencoba untuk memberikan solusi kepada siswa tersebut dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.
b. Melatih diri untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh seorang anak didik atau siswa.
C. Identifikasi masalah
Dalam studi kasun ini kami ketengahkan sebuah permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang siswa dengan inisial ADZ kelas IX Tahun Ajaran 2010/2011 MTS. Istikmalunnajah Pasongsongan ambunten sumenep. Permasalahannya adalah siswa terbiasa menulis dengan menggunakan tangan kiri dengan tampa disengaja dan diluar kesadarannya.
D. Metode pengumpulan data
Dalam penyusunan studi kasus ini kami mencoba mengkolaborasikan dan mengkomparasikan beberapa metode agar data yang kami peroleh lebih efektif. dan dimungkinkan dari beberapa metode yang kami gunakan dapat saling melengkapi satu dengan lainnya.
Adapun metode-metode yang kami gunakan adalah sebagai berikut
a. Metode observasi : suatu metode dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek
b. Metode documenter : suatu metode mencari data mengenai variable yang berupa catatan
c. Metode interview : suatu metode percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu dengan maksud untuk dipublikasikan yang berhubungan langsung dengan sumber data.
E. Alasan memilih siswa
Yang menjadi landasan kami dalam memilih siswa tersebut untuk dijadikan objek dalam studi kasus ini adalah
1. Siswa ini kurang terlihat kurang sopan ketika menulis karna menggunakan tangan kiri tidak dia sengaja.
2. penulis merasa masalah ini bisa diselesaikan berdasarkan pada pengalaman yang telah penulis alami.

BAB II
LAPORAN STUDI KASUS
Setelah penulis melaksanakan pengkajian secara menyeluruh, penulis akan melaporkan hasil studi kasus secara naratif sebagai berikut.
A. Identitas diri siswa
Ahmad Dzafir adalah salah seorang siswa Kls. IX MTS. Istikmalunnajah tahun ajaran 2001/2011. dia berasal dari keluarga yang memiliki kesadaran yang cukup terhadap pentingnya pendidikan walaupun latar belakang pendidikan mereka hanya sekolah dasar. Mereka sebagai orang tua telah melaksanakan tugasnya dengan baik walaupun masih ada sedikit kekurangan.
Ahmad Dzafir adalah seorang siswa yang baik dan rajin, secara umum dia tergolong sebagai seorang siswa yang normal sebagaimana layaknya siswa yang lain, hanya saja ada sedikit permasalahan yang dialami siswa yaitu “dia terbiasa menulis dengan tangan kiri”. Dalam setiap menulis dia pasti menggunakan tangan kiri.
B. Penegasan jenis masalah
Dari gambaran diatas dapat kita proleh sebuah gambaran bahwa siswa tersebut terlihat kurang sopan ketika kegiatan menulis berlangsung karna anak tersebut menulis dengan menggunakan tangan kiri, secara sepintas hal ini terlihat sebagai sebuah masalah yang sepele, namun walaupun demikian penulis merasa masalah ini perlu dan insyaallah bisa diselesaikan, hal ini terjadi karna anak tersebut tidak mengalami pembiasaan menulis dengan tangan kanan.
C. Penyebab masalah
Berdasarkan pengalaman penulis dan setelah melakukan penelitian, ditemukan bahwa penyebab masalah tersebut berasal dari dua factor, yaitu factor internal atau pembawaan karena sejak lahir anak tersebut tangan kirinya dominan lebih kuat dari pada tangan kanan dan factor eksternal atau lebih dikenal dengan lingkungan karna kurang adanya penekanan dan pembiasaan terhadap anak tersebut agar supaya menulis dengan tangan kanan oleh guru, orang tua dan orang-orang yang ada disekitarnya.
D. Solusi pemecahan masalah
Untuk mengatasi masalah tersebut bisa diatasi dengan membiasakan siswa menulis dengan tangan kanan baik oleh siswa itu sendiri dengan cara membiasakan diri menulis dengan tangan kanan ataupun pihak lain seperti halnya guru dan orang tua untuk memberikan motivasi, melatih dan mengawasi perkembangannya.

BAB III
PENUTUP
Puji Syukur kehadirat Allah akhirnya kami dapat menyelesaikan studi kasus ini walaupun dalam proses pembuatannya kami mengalami banyak hambatan dan masih banyak kekurangan di dalamnya.
Dari apa yang telah kami uraikan ini, kami banyak mendapat sesuatu yang belum kami ketahui dalam kehidupan ini. Dan beberapa problem-problem yang kami temui dilapangan sedikit memberi wawasan dan kedewasaan kepada kami, bahwa ternyata peran dari orang tua terhadap keberhasilan atau kesuksesan anaknya sangat relevan sekali apalagi anak yang masih belum sepenuhnya mengerti apa arti dari sebuah pendidikan.
A. Kesimpulan
Masalah yang anak tersebut adalah masalah yang berkaitan dengan penilaian, pembelajaran dan pendidikan dalam ranah afektif. Walaupun untuk sementara waktu masalah tersebut bisa dianggap bukan masalah namun dalam jangka waktu yang panjang hal ini akan menjadi nasalah baginya. Dan penulis merasa masalah-masalah seperti ini juga perlu diselessaikan oleh seorang pendidik, kana dunia pendidikan adalah dunia yang multi dimensi bukan hanya ranah intelektual saja yang menjadi garapan
B. Saran-saran
1. Orang Tua harus selalu memberi dukungan terhadap anaknya baik berupa materi atau non materi
2. Jadilah Seorang Guru yang tidak hanya menjadi sebagai pengajar saja tapi, juga sebagai pendidik dan memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya
3. Seorang Guru agar selalu mengadakan penelitian terhadap siswa yang dianggap bermasalah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kisah Nyata

Kumpulan kisah nyata, Paling seru, paling panas dan paling besar

Akidah Menurut Ajaran Nabi

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Almalakawi's Blog

من يرد الله به خيرا يفقهه فى الدين Barang siapa yang Allah kehendaki kebajikan nescaya Allah beri faham tentang agama

Hikmatun

Santapan rohani menuju negeri abadi

Educrazy's Blog Title

Tutorial WordPress dan Gudangnya Pengetahuan

Kisah Muallaf

Mengapa Kami Memilih Islam

TUNTUNAN SHOLAT LENGKAP

TUNTUNAN SHALAT Berdasarkan As-Sunnah As-Shohihah

%d blogger menyukai ini: